FOTO-FOTO KEGITAN BARU MENJADI SEORANG MAHASISWA POLBAN DAN SEOARANG AKTIVIS....
Senin, 23 Januari 2012
Assalamualaikum,..
Bagaimana kabarnya hari ini..?bagaimana kabar ruhaniah kita hari ini?bagaimana kabar amalan yaumiah kita hari ini?semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua agar dapat istiqomah di jalan-Nya.
Alhamdulilah baru kali ini ada kesempatan untuk bikin Blog lagi.Di sela-sela kesibukan menjadi MABA alias Mahasiswa Baru di POLITEKNIK ITB atau POLBAN...dan awal menjadi seorang aktivis kampus insya allah..
sebenernya pengen cerita banyak tentang awal dari PERJUANGAN ini.Banyak suka dan duka,terkadang kita bergembira dan terkdang kita sedih...ya itulah hidup..
PERJUANGAN memang satu kata yang pendek,namun sangat rumit dalam dunia nyata...hah...mungkin terlalu lebay juga kalau gitu..tapi inilah kenyataan,,saya teringat nasihat seoarang guru,JANGANLAH LIHAT HASIL,TAPI BERUSALAH MAKSIMAL ALAM PROSES..
PERJUANGAN perlu adannya PROSES..
ALLAH MELIHAT PROSES BUKAN HASIL...
AMANAH SEORANG SAHABAT
Diceritakan
bahawa ada dua orang lelaki dari kalangan sahabat Rasulullah s.w.a. berteman
baik saling ziarah menziarahi antara satu dengan lainnya. Mereka adalah Sha'b
bin Jastamah dan Auf bin Malik.
"Wahai saudaraku, siapa di antara kita
yang pergi (meninggal dunia) terlebih dahulu, hendaknya saling kunjung
mengunjungi." kata Sha'b kepada Auf di suatu hari.
"Betul begitu?" tanya Auf.
"Betul." jawab Sha'b.
Ditakdirkan Allah, Sha'b meninggal dunia
terlebih dahulu. Pada suatu malam Auf bermimpi melihat Sha'b datang
mengunjunginya.
"Engkau wahai saudaraku?" tanya
Auf.
"Benar." jawab Sha'b.
"Bagaimana keadaan dirimu?"
"Aku mendapatkan keampunan setelah
mendapat musibah."
Apabila Auf melihat pada leher Sha'b, dia
melihat ada tanda hitam di situ.
"Apa gerangan tanda hitam di lehermu
itu?" tanya Auf.
"Ini adalah akibat sepuluh dinar yang
aku pinjam dari seseorang Yahudi, maka tolong jelaskan hutang tersebut.
Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa tidak satupun kejadian yang terjadi di dalam
keluargaku, semua terjadi pula setelah kematianku. Bahkan terhadap kucing yang
matipun dipertanggungjawabkan juga. Ingatlah wahai saudaraku, bahwa anak
perempuanku yang mati enam hari yang lalu, perlu engkau beri pelajaran yang
baik dan pengertian baginya."
Perbincangan
di antara kedua-dua lelaki yang bersahabat itu terhenti kerana Auf terjaga dari
tidurnya. Dia menyadari bahwa semua yang dimimpikannya itu merupakan pelajaran
dan peringatan baginya. Pada sebelah paginya dia segera pergi ke rumah keluarga
Sha'b.
"Selamat
datang wahai Auf. Kami sangat gembira dengan kedatanganmu." kata keluarga
Sha'b. "Beginilah semestinya kita bersaudara. Mengapa anda datang setelah
Sha'b tidak ada di dunia?"
Auf menerangkan maksud kedatangannya yaitu
untuk memberitahukan semua mimpinya malam tadi. Keluarga Sha'b faham akan
semuanya dan percaya bahwa mimpinya itu benar. Mereka pun mengumpulkan sepuluh
dinar dari wang simpanan Sha'b sendiri lalu diberikan kepada Auf agar
dibayarkan kepada si Yahudi.
Auf segera pergi ke rumah si Yahudi untuk
menjelaskan hutang Sha'b.
"Adakah Sha'b mempunyai tanggungan
sesuatu kepadamu?" tanya Auf.
"Rahmat Allah ke atas Sha'b Sahabat
Rasulullah S.A.W. Benar, aku telah memberinya pinjaman sebanyak sepuluh
dinar." jawab si Yahudi.
Setelah Auf menyerahkan sepuluh dinar, si
Yahudi berkata: "Demi Allah dinar ini serupa benar dengan dinarku yang
dipinjamnya dulu."
Dengan demikian, Auf telah melaksanakan
amanah dan pesan saudara seagamanya yang telah meninggal dunia.
ABU BAKAR DENGAN TUKANG RAMAL
Abu Bakar mempunyai seorang hamba yang
menyerahkan sebagian dari pendapatan hariannya. Pada suatu hari hambanya itu
telah membawa makanan lalu dimakan sedikit oleh Abu Bakar. Hamba itu berkata:
“Kamu selalu bertanya tentang sumber makanan yang aku bawa tetapi hari ini kamu
tidak berbuat demikian.”
“Aku terlalu
lapar sehingga aku lupa bertanya. Terangkan kepada ku dimana kamu mendapat
makanan ini.”
Hamba: “Sebelum
aku memeluk Islam aku menjadi tukang ramal. Orang-orang yang aku ramal nasibnya
kadang-kadang tidak dapat bayar uang kepadaku. Mereka berjanji akan membayarnya
apabila sudah memperoleh uang. Aku telah berjumpa dengan mereka hari ini.
Merekalah yang memberikan aku makanan ini.”
Mendengar
kata-kata hambanya Abu Bakar memekik : “Ah! Hampir saja kau bunuh aku.”
Kemudian dia coba mengeluarkan makanan
yang telah ditelannya. Ada orang yang menyarankan supaya dia mengisi perutnya
dengan air dan kemudian memuntahkan makanan yang ditelannya tadi. Saran ini
diterima dan dilaksanakannya sehingga makanan itu dimuntah keluar.
Kata orang yang
mengamati : “Semoga Allah memberikan rahmat atas mu. Kamu telah bersusah payah
karena makanan yang sedikit.”
Kepada orang itu
Abu Bakar menjawab: “Aku sudah pasti memaksanya keluar walaupun dengan berbuat
demikian aku mungkin kehilangan nyawaku sendiri. Aku mendengar Nabi berkata :
“Badan yang tumbuh subur dengan makanan haram akan merasakan api neraka.” Oleh
karena itulah maka aku memaksa makanan itu keluar takut kalau-kalau ia
menyuburkan badanku.”
Abu Bakar sangat
teliti tentang haram halalnya makanan yang dimakannya.
Jangan
mendapatkan harta melalui jalan yang haram, Jangan gunakan harta yang haram
bagi diri sendiri apalagi untuk orang lain.
Kelak diyaumil
akhir akan ditanya " Dari mana kamu peroleh hartamu dan kemana kau
belanjakan "
7 ROMBONGAN IBLIS
Iblis
akan senantiasa mengganggu manusia, mulai dengan memperdayakan manusia dari
terjadinya dengan setitik mani hingga ke akhir hayat mereka, dan yang paling
dahsyat ialah sewaktu akhir hayat yaitu ketika sakaratul maut. Iblis mengganggu
manusia sewaktu sakaratul maut disusun menjadi 7 golongan dan rombongan.
Hadith Rasulullah S.A.W. menerangkan:
"Ya Allah aku berlindung kepada Engkau
dari tipuan syaitan diwaktu sakaratul maut. "
Rombongan 1
Akan
datang Iblis dengan berbagai rupa aneh seperti emas, perak dan lain-lain, serta
sebagai makanan dan minuman yang lezat-lezat. disebabkan orang yang di dalam
sakaratul maut itu di masa hidupnya sangat tamak dan loba kepada barang-barang
tersebut, maka diraba dan disentuhnya barang2 Iblis itu, pada waktu itu
nyawanya putus dari tubuh. Inilah yang dikatakan mati yang lalai dan lupa
kepada Allah SWT inilah jenis mati fasik dan munafik, ke nerakalah tempatnya.
Rombongan 2
Akan
datang Iblis kepada orang yang didalam sakaratul maut itu merupakan diri
sebagai rupa binatang yang di takuti seperti, Harimau, Singa, Ular yang
berbisa. Yang apabila orang yang sedang sakaratul maut itu memandang ke
binatang itu, maka dia pun menjerit dan melompat sekuat hati. Maka seketika itu
juga akan putuslah nyawa itu dari badannya, maka matinya itu disebut sebagai
mati lalai dan mati dalam keadaan lupa kepada Allah SWT, matinya itu sebagai
Fasik dan Munafik dan ke nerakalah tempatnya.
Rombongan 3
Akan
datang Iblis mengacau dan memperdayakan orang yang di dalam sakaratul maut itu
dengan menyerupai binatang kesayangannya. Apabila tangan orang yang hendak mati
itu meraba-rabakepada binatang kesayangan itu dan waktu tengah meraba-raba itu
dia pun mati, maka matinya itu di dalam golongan yang lalai dan lupa kepada Allah
SWT. Matinya itu mati Fasik dan Munafik, maka nerakalah tempatnya.
Rombongan 4
Akan
datang Iblis merupakan dirinya sebagai rupa yang paling dibenci oleh orang yang
akan mati, seperti musuhnya ketika hidupnya dahulu maka orang yang di dalam
sakaratul maut itu akan menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu kepada
musuh yang dibencinya itu. Maka sewaktu itulah maut pun datang dan matilah ia
sebagai mati Fasik dan Munafik, dan nerakalah tempatnya
Rombongan 5
Akan
datang Iblis merupakan dirinya dengan rupa sanak-saudara yang hendak mati itu,
seperi ayah ibunya dengan membawa makanan dan minuman, sedangkan orang yang di
dalam sakaratul maut itu sangat mengharapkan minuman dan makanan lalu dia pun
menghulurkan tangannya untuk mengambil makanan dan minuman yang dibawa oleh si
ayah dan si ibu yang dirupai oleh Iblis, berkata dengan penuh kasih "Wahai
anakku inilah saja makanan dan bekal yang kami bawakan untukmu dan berjanjilah
bahwa engkau akan menurut kami dan menyembah Tuhan yang kami sembah, supaya
kita tidak lagi bercerai dan marilah bersama kami masuk ke dalam syurga. "
Maka dia pun sudi mengikut tawaran itu
dengan tanpa berfikir lagi, ketika itu waktu matinya pun sampai maka matilah
dia di dalam keadaan kafir, kekal di dalam neraka dan terhapuslah semua amal
kebajikan semasa hidupnya.
Rombongan 6
Akan datanglah Iblis merupakan
dirinya sebagai ulama'-ulama' yang membawa banyak kitab-kitab, lalu berkata ia:
"Wahai muridku, lama sudah kami menunggu akan dikau, ternyata kamu sedang
sakit di sini, karena itu kami bawakan kepada kamu dokter dan obat untukmu.
" Lalu diminumnya obat, itu maka hilanglah rasa penyakit itu, kemudian
penyakit itu datang lagi. Lalu datang pula Iblis yang menyerupai ulama' dengan
berkata: "Kali ini kami datang kepadamu untuk memberi nasihat agar kamu
mati didalam keadaan baik, tahukah kamu bagaimana hakikat Allah?"
Berkata orang yang sedang dalam sakaratul
maut: "Aku tidak tahu. "
Berkata ulama' Iblis: "Ketahuilah, aku
ini adalah seorang ulama' yang tinggi dan hebat, baru saja kembali dari alam
ghaib dan telah mendapat syurga yang tinggi. Cobalah kamu lihat syurga yang
telah disediakan untukmu, kalau kamu hendak mengetahui Zat Allah SWT hendaklah
kamu patuh kepada kami. "
Ketika itu orang yang dalam sakaratul maut
itu pun memandang ke kanan dan ke kiri, dan dilihatnya sanak-saudaranya
semuanya berada di dalam kesenangan syurga, (syurga palsu yang dibentangkan
oleh Iblis untuk tujuan menggoda orang yang sedang dalam sakaratul maut).
Kemudian orang yang sedang dalam sakaratul maut itu bertanya kepada ulama'
palsu:
"Bagaimanakah Zat Allah?" Iblis
merasa gembira apabila jeratnya mengena.
Lalu berkata ulama' palsu: "Tunggu,
sebentar lagi dinding dan tirai akan dibuka kepadamu. "
Ketika tirai dibuka selapis demi selapis
tirai yang berwarna warni itu, maka orang yang dalam sakaratul maut itu pun
dapat
melihat satu benda yang sangat besar,
seolah-olah lebih besar dari langit dan bumi.
Berkata Iblis: "Itulah dia Zat Allah
yang patut kita sembah. "
Berkata orang yang dalam sakaratul maut:
"Wahai guruku, bukankah ini benda yang benar-benar besar, tetapi benda ini
mempunyai enam sisi, yaitu benda besar ini ada kiri dan kanannya, mempunyai
atas dan bawah, mempunyai depan dan belakang.
Sedangkan Zat Allah tidak menyerupai
makhluk, sempurna Maha Suci Dia dari sebarang sifat kekurangan. Tapi sekarang
ini lain pula keadaannya dari yang di ketahui dahulu. Tapi sekarang yang patut
aku sembah ialah benda yang besar ini. "
Dalam keraguan itu maka Malaikat Maut pun
datang dan terus mencabut nyawanya, maka matilah orang itu di dalam keadaan
kafir dan kekal di dalam neraka dan terhapuslah segala amalan baik selama
hidupnya di dunia ini.
Rombongan 7
Rombongan
Iblis yang ketujuh ini terdiri dari 72 barisan sebab dari menjadi 72 barisan
ialah karena dia menepati Iktikad Muhammad S.A.W bahwa umat Muhammad akan
terbagi kepada 73 barisan). Satu barisan/golongan yang benar yaitu ahli sunnah
waljamaah, 72 yang lain masuk ke neraka karena sesat.
Ketahuilah bahwa Iblis itu akan mengacau
dan mengganggu anak Adam dengan 72 macam yang setiap satu berlainan di dalam
waktu manusia sakaratul maut. Oleh karena itu hendaklah kita mengajarkan kepada
orang yang hamper meninggal dunia akan talkin Laa Ilaaha Illallah untuk
menyelamatkan dirinya dari gangguan Iblis dan syaitan yang akan berusaha
bersungguh-sungguh menggoda orang yang sedang dalam sakaratul maut.
Disebutkan dalam sebuah hadith yang
artinya: "Ajarkan oleh kamu (orangyang masih hidup) kepada orang yang
hampir mati itu: Laa Ilaaha Illallah. "
Langganan:
Postingan (Atom)










